Search
Search
Close this search box.
etika
Pentingnya Sikap Bijak dan Batasan dalam Bermedia Sosial

Perkembangan teknologi informasi khususnya media sosial telah membawa dampak besar bagi kehidupan sosial dan komunikasi. Namun, seiring dengan kemudahan akses dan penggunaan media sosial, muncul tantangan terkait pengelolaan sikap dan batasan dalam berinteraksi di dunia maya.

Artikel ini membahas pentingnya bersikap bijak dan memiliki batasan dalam bermedia sosial untuk mencegah penyebaran informasi yang salah, menghindari dampak negatif terhadap kesehatan mental, serta menjaga hubungan interpersonal yang sehat. Ketika bermedia sosial, sikap bijak adalah sesuatu yang harus dimiliki agar individu tersebut dapat mengetahui batasan privasi, melakukan selektivitas dalam berbagi dan menerima informasi, serta menghindari perilaku negatif seperti ujaran kebencian dan hoaks.

Sementara itu, memiliki batasan yang jelas, seperti waktu penggunaan dan jenis konten yang dibagikan, dapat membantu individu menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan maya. Dengan demikian, kedisiplinan di dalam media sosial sangat penting untuk menciptakan pengalaman yang positif dan aman dalam berinteraksi di dunia digital. Salah satu penyimpangan yang terjadi dalam platform media sosial,yaitu penggunaan bahasa yang tidak sopan dalam berkomentar pada suatu postingan yang dapat menimbulkan perspektif negatif terhadap suatu kelompok.

Seperti yang dilansir dari artikel pada laman berita digital Kompas yang berjudul “Akun Instagram Microsoft Tutup Kolom Komentar Setelah Diserbu Warganet Indonesia” sebagai berikut: “. Tingkat kesopanan akan semakin rendah apabila skor yang didapat semakin tinggi. Indonesia telah mendapat 67 poin pada tahun 2019,dan meningkat 8 poin pada tahun 2020 menjadi 76 poin.

Pada tahun 2020, akun resmi microsoft mulai menutup kolom komentar dengan alasan yang tidak pasti. Hal ini diduga karena banyaknya respon kasar dengan bahasa Indonesia terhadap unggahan tersebut.

Contoh komentar negatif yang diujarkan oleh warganet Indonesia pada kolom komentar postingan artikel Microsoft, sebagai berikut: “Menilai Indonesia ga sopan, yg jadi pertanyaan sopankahh penilaian itu buat Indonesiaaaaa,” tulis salah satu akun. “Seenaknya lu ya bilang kalo kami gak sopan” dan lain sebagainya.” Peristiwa ini dapat membuktikan bahwa kesadaran terhadap batasan dan bersikap bijak dalam bermedia sosial masih sangat minim dimiliki oleh warganet Indonesia.

 

(1)Sumber:https://tekno.kompas.com/read/2021/03/01/14320097/akun-instagram-microsoft-tutup-kolom-ko mentar-setelah-diserbu-warganet

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait